I want to eat your pancreas
Saatnya menulis lagi di setiap malamnya meskipun ia masih belum kembali.
Tetapi untuk malam ini hanya akan berkaitan dengan film
"I want to eat your Pancreas."
Sempat berpikir sejenak tentang mengapa kebanyakan orang-orang menganggap jika ada penyakit dalam dirinya itu seperti kutukan atau ujian atau takdir lainnya?
Padahal ia sering melihat orang-orang sebelumnya yang pemikiran masih duniawi seperti
"Ku tak ingin mati dulu yang sebelum sukses atau mempunyai rumah dulu kaya dulu punya mobil harta dll."
Tapi ia terlalu sedikit mendengar permohonan tentang
"Cabut sajalah kematianku agar rasa sakit ini hilang."
Dan dari semua itu bagi ia jalan terbaik untuk pulang kepadanya ialah diberikannya penyakit agar ia dapat meluluhkan hatinya dan sisa-sisa dosa nya sebelum kematiannya datang.
Hanya itu.
Just it.
Tada sore dake.
Tetapi untuk malam ini hanya akan berkaitan dengan film
"I want to eat your Pancreas."
Sempat berpikir sejenak tentang mengapa kebanyakan orang-orang menganggap jika ada penyakit dalam dirinya itu seperti kutukan atau ujian atau takdir lainnya?
Padahal ia sering melihat orang-orang sebelumnya yang pemikiran masih duniawi seperti
"Ku tak ingin mati dulu yang sebelum sukses atau mempunyai rumah dulu kaya dulu punya mobil harta dll."
Tapi ia terlalu sedikit mendengar permohonan tentang
"Cabut sajalah kematianku agar rasa sakit ini hilang."
Dan dari semua itu bagi ia jalan terbaik untuk pulang kepadanya ialah diberikannya penyakit agar ia dapat meluluhkan hatinya dan sisa-sisa dosa nya sebelum kematiannya datang.
Hanya itu.
Just it.
Tada sore dake.
Comments
Post a Comment