Corona? Lemah sekali!
[Hanya menulis apa yang dipikirkan]
.
.
.
Awalnya ku pikir semua itu hanya penyakit yang bisa membuat seseorang mati, namun seiring berjalannya waktu mulai dari kemajuan teknologi jadi terganggu, produksi film jadi tertunda bahkan sampai hiburan animasi Jepang aja jadi telat karena sebuah penyakit yang bernama Corona yang sampai saat ini di seluruh dunia, manusia ketakutan dengan penyakit itu.
Namun ku pernah membaca "Jangan sampai ketakutan mu itu melebihi ketakutan dirimu terhadap Allah SWT."
Ingat! Kematian itu terjadi setiap hari dan dimana pun dan kapanpun tapi ketika manusia memikirkan kehidupan dirinya karena takut kematian yang disebabkan oleh penyakit Corona ini?
Sesungguhnya manusia itu LEMAH sekali karena terhasut dengan kehidupan duniawinya ini.
Dan aku merasa kasihan terhadap manusia yang seperti itu.
Dan...
Jauh dari lubuk hatiku, ku sama sekali tak pernah merasa takut dengan hal itu kecuali jika memang aku sudah ditakdirkan untuk mati karena takdir yang Allah buat.
Mungkin sejak hari itu ku takkan merasakan perasaan tentang ciri-ciri terjadinya kehancuran dunia~ 🔥
Sejujurnya sampai detik ini ku masih tak peduli dengan tersebarnya penyakit Corona itu bahkan kini menjadi penyakit wabah yang dapat menakutkan orang-orang di seluruh dunia.
Pertama, ku tak pernah memakai masker ataupun check up ke dokter sekali sakit, karena diriku merasa itu tak penting dan mitos. Yah, aku tahu tak peduli apapun yang mereka manusia katakan tentang ku, "diam saja!" kau tak tahu apa-apa tentang diriku.
Kedua jika kau tahu tentang hidupku, pasti kau pernah bertemu dan melihat diriku berharap di masa lalu, tepatnya di tahun 2018. Hanya berharap tentang "Aku ingin semua orang merasakan rasa sakit yang aku rasakan hari itu." Bahkan ku sempat pernah mengalami ciri-ciri penyakit itu sampai tak satupun obat dari dokter sembuh kecuali satu bermimpi tentang bertemu seseorang yang berwajah cahaya di langit-langit. Apapun yang mereka katakan "Ku tak peduli" ku lebih mempercayai apa yang Tuhan perlihatkanlah sejak hari itu.
Bahkan jika seiyanya karena perkataan diriku ini, suatu hari nanti ku terkena penyakit itu, ku takkan merasakan ketakutan ataupun penyesalan apapun, ku hanya harus siap akan satu hal yaitu menerima takdir yang telah Allah tetapkan sejak lama. Karena ku harus menunggu hingga 21 Tahun ini untuk menghadapi takdir itu. Karena hanya dengan waktulah dan takdir itulah semua itu akan terjawabkan.
Dari pertanyaan "Kenapa aku selalu menjadi saksi atas SEGALANYA?"
Baik itu kehancuran yang terjadi di 2019 dan kemusnahan sebagian manusia di 2020 karena mereka lalai kepada Allah SWT.
Padahal jika kalian ingin tahu kenapa Allah menunjukkan kuasanya hingga seluar biasa indah itu karena dunia ini tidak akan bertahan lama lagi maka dari itu diperlukan suatu peringatan yang membuat semua manusia di dunia mengingat kembali kepada-Nya.
Bagiku dengan cara indah itulah Allah SWT menunjukkan bahwa manusia itu tidak ada apa-apa dihadapannya hanya karena sebuah penyakit itu saja bisa membuat semua umat manusia mengalami kehilangan nyawanya.
.
.
.
Awalnya ku pikir semua itu hanya penyakit yang bisa membuat seseorang mati, namun seiring berjalannya waktu mulai dari kemajuan teknologi jadi terganggu, produksi film jadi tertunda bahkan sampai hiburan animasi Jepang aja jadi telat karena sebuah penyakit yang bernama Corona yang sampai saat ini di seluruh dunia, manusia ketakutan dengan penyakit itu.
Namun ku pernah membaca "Jangan sampai ketakutan mu itu melebihi ketakutan dirimu terhadap Allah SWT."
Ingat! Kematian itu terjadi setiap hari dan dimana pun dan kapanpun tapi ketika manusia memikirkan kehidupan dirinya karena takut kematian yang disebabkan oleh penyakit Corona ini?
Sesungguhnya manusia itu LEMAH sekali karena terhasut dengan kehidupan duniawinya ini.
Dan aku merasa kasihan terhadap manusia yang seperti itu.
Dan...
Jauh dari lubuk hatiku, ku sama sekali tak pernah merasa takut dengan hal itu kecuali jika memang aku sudah ditakdirkan untuk mati karena takdir yang Allah buat.
Mungkin sejak hari itu ku takkan merasakan perasaan tentang ciri-ciri terjadinya kehancuran dunia~ 🔥
Sejujurnya sampai detik ini ku masih tak peduli dengan tersebarnya penyakit Corona itu bahkan kini menjadi penyakit wabah yang dapat menakutkan orang-orang di seluruh dunia.
Pertama, ku tak pernah memakai masker ataupun check up ke dokter sekali sakit, karena diriku merasa itu tak penting dan mitos. Yah, aku tahu tak peduli apapun yang mereka manusia katakan tentang ku, "diam saja!" kau tak tahu apa-apa tentang diriku.
Kedua jika kau tahu tentang hidupku, pasti kau pernah bertemu dan melihat diriku berharap di masa lalu, tepatnya di tahun 2018. Hanya berharap tentang "Aku ingin semua orang merasakan rasa sakit yang aku rasakan hari itu." Bahkan ku sempat pernah mengalami ciri-ciri penyakit itu sampai tak satupun obat dari dokter sembuh kecuali satu bermimpi tentang bertemu seseorang yang berwajah cahaya di langit-langit. Apapun yang mereka katakan "Ku tak peduli" ku lebih mempercayai apa yang Tuhan perlihatkanlah sejak hari itu.
Bahkan jika seiyanya karena perkataan diriku ini, suatu hari nanti ku terkena penyakit itu, ku takkan merasakan ketakutan ataupun penyesalan apapun, ku hanya harus siap akan satu hal yaitu menerima takdir yang telah Allah tetapkan sejak lama. Karena ku harus menunggu hingga 21 Tahun ini untuk menghadapi takdir itu. Karena hanya dengan waktulah dan takdir itulah semua itu akan terjawabkan.
Dari pertanyaan "Kenapa aku selalu menjadi saksi atas SEGALANYA?"
Baik itu kehancuran yang terjadi di 2019 dan kemusnahan sebagian manusia di 2020 karena mereka lalai kepada Allah SWT.
Padahal jika kalian ingin tahu kenapa Allah menunjukkan kuasanya hingga seluar biasa indah itu karena dunia ini tidak akan bertahan lama lagi maka dari itu diperlukan suatu peringatan yang membuat semua manusia di dunia mengingat kembali kepada-Nya.
Bagiku dengan cara indah itulah Allah SWT menunjukkan bahwa manusia itu tidak ada apa-apa dihadapannya hanya karena sebuah penyakit itu saja bisa membuat semua umat manusia mengalami kehilangan nyawanya.
Comments
Post a Comment