Rindunya cahaya Ramadhan~


Rindunya cahaya Ramadhan~

Sebagian dari mereka selalu menjawab "Kematian manusia itu tidak ada yang tahu." Namun kematian itu sendiri selalu memberikanmu pertanda 100 hari sebelum kematian datang.
Namun pernahkah kau merasa bahwa Ramadhan mendatang nanti adalah kesempatan terakhir kau bertemu dengan bulan Ramadhan?
(Jika pernah semoga hidupmu selalu dalam keberkahan-Nya)
Aku hanya bercerita tentang mimpi seseorang yang dimana tahun lalu masih ada dan tahun ini ia sudah tidak dapat bisa lagi bertemu dengan bulan Ramadhan dan semua itu terjadi karena sebuah harapan seseorang.
[Hanya cerita pendek, jangan di anggap serius juga]

"Apakah tahun ini akan menjadi Ramadhan terakhirku?"

Hari pertama menjelang Minggu pertama Ramadhan orang-orang masih melakukan kebaikan seperti melakukan kewajibannya berpuasa, bekerja, dan beribadah. Namun ada juga yang melakukan kebiasaannya buruknya seperti yang mereka lakukan di Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

Hingga ada sebuah malam dimana menjelang Minggu 2 pertengahan bulan Ramadhan. Awalnya seorang dalam serumah terbangun dari tidurnya akibat sebuah ledakan hantaman keras seperti suara bom dalam sebuah film action. Kemudian sebagian dari mereka terbangun namun dalam hatinya berkata "Mungkin kembang api". Namun orang-orang yang mengetahuinya segera mengumpulkan keluarganya untuk bertasbih dan bersujud meminta pertolongan kepada-Nya.

Beberapa orang yang dapat mengetahui itu dikarenakan diberikan sebuah petunjuk darinya. Supaya mereka sudah bersiap-siap agar tidak berleha-leha dalam kehidupan ini karena kematian itu datang dimana saja dan setiap hari.

Hingga menuju Minggu ke 3 di bulan Ramadhan, semua mesjid yang awalnya sepi di siang hari tiba-tiba menjadi ramai sampai lantai disana tidak dapat menampung banyaknya orang disana. Baik pagi siang dan malam selalu terdengar sebuah lafadz Allah "Laillahaillah Muhammad Darasulullah"
Mereka yang melakukan itu hanya berharap ingin mendapatkan kesenangan dari-Nya baik di dunia atau akhirat nanti, niscaya Allah akan memberikan pertolongan untuk orang-orang yang melakukannya itu.

Namun sayangnya pada saat itu tidak semua orang mengetahuinya.
Bagi mereka yang masih mempersiapkan kehidupan untuk duniawinya, masa depan duniawinya, calon pasangan di dunia ini. Mulai merasa menyesal ketika mereka melihat sebuah kabur warna hitam yang sangat pekat. Awalnya sebagian orang yang tak tahu mereka menganggap peristiwa itu sebuah asap dari kebakaran hutan di lokasi terpencil itu. Hingga lama-kelamaan kabut itu bergabung dengan awan-awan yang berada di langit hingga menyatu dengan awan lain hingga berhasil menutupi semua langit. Saat itu tidak terjadi hujan akibat gelapnya langit namun yang terjadi hanyalah kumpulan kabut yang sangat tipis hingga bisa dilihat mata manusia beriman.

Menjelang Minggu 4 Ramadhan menjelang hari raya yang suci itu, satu persatu manusia di dalam mesjid mulai tertidur. Awalnya sebagian orang menganggap beberapa orang itu pingsan akibat kelelahan seperti kelaparan. Namun menjelang sore hari mereka masih tidak terbangun dari tidurnya hingga menuju malam ke 28 Ramadhan banyak orang-orang yang dinyatakan meninggal dunia serentak di seluruh dunia ini.

Namun dengan tersisanya waktu Ramadhan yang 2 hari ini lagi. Semua orang di dunia ini berguncang bertaburan dimana-mana merasakan sebuah ketakutan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Sebagian dari mereka mulai mengingatnya tentang takdir dimana manusia pernah mati serentak tepatnya beberapa bulan lalu tepatnya sebelum Ramadhan terjadi.
Yaitu kemunculan Virus Corona, yang dimana semua itu terjadi akibat sisi lain dari kesombongan yang dimiliki manusia.

Hingga akhirnya berada di Hari Raya yang Suci ini, beberapa orang mulai menangis diri mereka sendiri. Akibat penyesalan yang telah mereka lakukan sebulan penuh itu mereka gagal tidak terpilih sebagai calon manusia yang beriman yang sebenarnya dengan kata lain meninggal dunia di bulan Ramadhan.

PS ini hanya tulisan cerita pendek tentang seseorang yang sudah tiada yang pernah berharap tentang "Apakah tahun ini akan menjadi Ramadhan terakhirku?" 

Comments