Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira
"Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira."
Kisah tentang seseorang yang selalu bersikap positif akan kehidupannya.
Suatu hari ketika ia kembali ke kota asal kelahirannya, ia kembali seorang diri dan meninggalkan ibunya diluar kota sana. Hanya karena itu ia berpikir positif bahwa jika ia hidup dengan ibunya maka akan merepotkan orang lain disana. Namun faktanya ia diperlakukan seolah-olah dibuang oleh keluarganya, ibunya dan orang-orang yang mengurusnya dikarena ia masih seorang anak kecil yang pembawa masalah hidup.
Beberapa tahun kemudia ia kembali menjalani kehidupan baru nya. Ia menjalaninya sebagai seorang anak muda yang hidup tanpa kasih sayang orang tua. Hingga suatu hari ia bertemu seseorang yang ia sukai. Awalnya ia kembali merasakan rasa rindu yang sebelumnya ia pernah rasakan sebelumnya seperti kasih sayang, rasa peduli, dan kebahagiaan. Namun faktanya seseorang yang ia sukai itu seakan-akan hanya memanfaatkannya sebagai alat untuk memanfaatkan keuntungan baginya.
Seiringnya berjalannya waktu seseorang mulai menasehati kepada ia "Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira."
Namun awalnya ia merasa tak peduli dengan hal itu, ia masih menganggap bahwa pasti dari semua itu ada hal yang bisa ia dapat.
Suatu hari ia mulai sadar dengan perkataan seseorang itu, satu persatu ia mulai membuktikan kebenaran setiap perkataan yang seseorang katakan kepadanya. Hingga suatu hari ada sebuah takdir yang tak diketahui siapapun pada saat itu ia bisa mengetahui takdir masa depan seseorang itu sendiri. Kemudian ia mencoba kembali menjalani hal yang sama seperti sebelumnya, bertemu seseorang yang ia sukai kemudian mencoba untuk kembali menyukainya lagi meski dengan seseorang yang berbeda. Namun kali ini berbeda, ia merasakan ada sebuah keganjalan dari semua itu.
Hingga sebuah kebenaran lain terjadi lagi tentang "Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira" ya sama seperti sebelumnya. Ia merasa di manfaatkan kembali oleh seseorang yang ia sukainya. Seakan-akan ia mulai merasa bahwa Tuhan tak pernah adil dengan kehidupan yang diberikan kepadanya. Tetapi sesaat itu Tuhan itu sendiri memperlihatkan sebuah kebenaran yang selama ini ia abaikan yaitu....
"Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira."
Bertahun-tahun lamanya ia mulai percaya bahwa di dunia ini, jangan menilai seseorang dari luarnya saja karena sikap keji seseorang akan terlihat ketika kita sudah mengenalnya lebih lama.
Maka dari itu 3 Tahun telah berlalu sejak kejadian semua hal itu.
Pada masa berikutnya ia sudah mulai sadar, dan percaya akan adanya kebenaran setiap takdir kehidupan yang ia jalaninya. Maka dari itu ia mulai kembali memasuki dunia baru dengan identitas yang sama namun berbeda sifat. Kali ini ia percaya bahwa semuanya akan sama seperti sebelumnya namun ia percaya takkan mengulangi hal yang sama dan bodoh lagi. Namun faktanya ia yakin bahwa "Mereka bukan orang baik seperti yang ku kira"
Awalnya ia mengira-ngira semua itu sama. Namun tahun berikutnya ia semakin yakin ketika ia mulai kembali bertemu seseorang yang ia sukainya. Tetapi kali ini seseorang yang baru namun berbeda dengan yang sebelumnya. Awalnya ia tahu dan percaya bahwa semua yang ia lakukan akan percuma dan sama seperti sebelumnya, tetapi ia salah saat itu juga ia merasa kurang percaya ketika apa yang ia pikirkan itu berbeda dari sebelumnya namun sama seperti yang ia katakan di beberapa tahun sebelumnya.
"Ketika ia mulai percaya dan yakin bahwa ada takdir yang tidak seharusnya diketahui siapapun." Saat itu percaya bahwa hal yang dimaksud itu di masa lalu itu adalah di masa depan yang kini ia alami.
Namun kembali lagi kenyataannya, "mereka bukan orang baik seperti yang kau kira" yang awalnya ku percaya mungkin seseorang itu sama seperti orang-orang sebelumnya ternyata salah. Sejujurnya ia telah bertemu dengan seseorang yang selama ini ia ingin temui namun ia telah melakukan kesalahan dengan cara memanfaatkan takdir sebelumnya di takdir yang baru ia kembali mulai.
Hingga suatu saat ia merasa tak puas dan muak dengan takdir yang ia rasakan. Karena ia merasa tak seharusnya ia berpura-pura lagi dari awal hanya karena sudah bertemu seseorang yang selama ini ia ingin temui. Maka dari itu ia memutuskan untuk mereset ulang cerita takdir yang ia alami. Dengan cara memanfaatkan kebaikannya dengan kebencian yang selama ini ia rasakan kepada orang-orang yang hidup di masanya. Ketika hal itu terjadi kenyataannya, faktanya semua itu masih sama
"Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira"
Ketika ia meresetnya, semua takdir hal itu kembali normal seolah-olah semua hal yang telah ia lakukan selama ini musnah. Semua itu hampir sama seperti keberadaan ia yang tak pernah ada di kehidupan sebelumnya. Hingga saat ini ia masih berada di jalan cerita kehidupannya yang sama tetapi dengan level keberadaan yang berbeda.
Sejak saat itu ia mulai bisa mengendalikan hal yang ia ingin lakukan, dan tak ingin dilakukan. Bahkan ia mulai menyadarinya bahwa semua yang ia lakukan kepada mereka itu hanyalah sebuah dosa kebohongan semata. Karena sejak awal ia merasa muak dengan semua sikap yang mereka tunjukkan padanya. Karena sejak awal hingga saat ini ia sudah menyadari bahwa di dunia ini, siapapun itu, baik orang baik atau pun jahat "Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira."
Meskipun ia percaya bahwa seseorang yang benar-benar orang baik itu afa. Maka seharusnya orang itu adalah seseorang yang selami ini sudah mengorbankan segalanya tuk berada di sampingmu hingga sekarang ini.
May 28, 2020.
_RAkizuki
Kisah tentang seseorang yang selalu bersikap positif akan kehidupannya.
Suatu hari ketika ia kembali ke kota asal kelahirannya, ia kembali seorang diri dan meninggalkan ibunya diluar kota sana. Hanya karena itu ia berpikir positif bahwa jika ia hidup dengan ibunya maka akan merepotkan orang lain disana. Namun faktanya ia diperlakukan seolah-olah dibuang oleh keluarganya, ibunya dan orang-orang yang mengurusnya dikarena ia masih seorang anak kecil yang pembawa masalah hidup.
Beberapa tahun kemudia ia kembali menjalani kehidupan baru nya. Ia menjalaninya sebagai seorang anak muda yang hidup tanpa kasih sayang orang tua. Hingga suatu hari ia bertemu seseorang yang ia sukai. Awalnya ia kembali merasakan rasa rindu yang sebelumnya ia pernah rasakan sebelumnya seperti kasih sayang, rasa peduli, dan kebahagiaan. Namun faktanya seseorang yang ia sukai itu seakan-akan hanya memanfaatkannya sebagai alat untuk memanfaatkan keuntungan baginya.
Seiringnya berjalannya waktu seseorang mulai menasehati kepada ia "Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira."
Namun awalnya ia merasa tak peduli dengan hal itu, ia masih menganggap bahwa pasti dari semua itu ada hal yang bisa ia dapat.
Suatu hari ia mulai sadar dengan perkataan seseorang itu, satu persatu ia mulai membuktikan kebenaran setiap perkataan yang seseorang katakan kepadanya. Hingga suatu hari ada sebuah takdir yang tak diketahui siapapun pada saat itu ia bisa mengetahui takdir masa depan seseorang itu sendiri. Kemudian ia mencoba kembali menjalani hal yang sama seperti sebelumnya, bertemu seseorang yang ia sukai kemudian mencoba untuk kembali menyukainya lagi meski dengan seseorang yang berbeda. Namun kali ini berbeda, ia merasakan ada sebuah keganjalan dari semua itu.
Hingga sebuah kebenaran lain terjadi lagi tentang "Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira" ya sama seperti sebelumnya. Ia merasa di manfaatkan kembali oleh seseorang yang ia sukainya. Seakan-akan ia mulai merasa bahwa Tuhan tak pernah adil dengan kehidupan yang diberikan kepadanya. Tetapi sesaat itu Tuhan itu sendiri memperlihatkan sebuah kebenaran yang selama ini ia abaikan yaitu....
"Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira."
Bertahun-tahun lamanya ia mulai percaya bahwa di dunia ini, jangan menilai seseorang dari luarnya saja karena sikap keji seseorang akan terlihat ketika kita sudah mengenalnya lebih lama.
Maka dari itu 3 Tahun telah berlalu sejak kejadian semua hal itu.
Pada masa berikutnya ia sudah mulai sadar, dan percaya akan adanya kebenaran setiap takdir kehidupan yang ia jalaninya. Maka dari itu ia mulai kembali memasuki dunia baru dengan identitas yang sama namun berbeda sifat. Kali ini ia percaya bahwa semuanya akan sama seperti sebelumnya namun ia percaya takkan mengulangi hal yang sama dan bodoh lagi. Namun faktanya ia yakin bahwa "Mereka bukan orang baik seperti yang ku kira"
Awalnya ia mengira-ngira semua itu sama. Namun tahun berikutnya ia semakin yakin ketika ia mulai kembali bertemu seseorang yang ia sukainya. Tetapi kali ini seseorang yang baru namun berbeda dengan yang sebelumnya. Awalnya ia tahu dan percaya bahwa semua yang ia lakukan akan percuma dan sama seperti sebelumnya, tetapi ia salah saat itu juga ia merasa kurang percaya ketika apa yang ia pikirkan itu berbeda dari sebelumnya namun sama seperti yang ia katakan di beberapa tahun sebelumnya.
"Ketika ia mulai percaya dan yakin bahwa ada takdir yang tidak seharusnya diketahui siapapun." Saat itu percaya bahwa hal yang dimaksud itu di masa lalu itu adalah di masa depan yang kini ia alami.
Namun kembali lagi kenyataannya, "mereka bukan orang baik seperti yang kau kira" yang awalnya ku percaya mungkin seseorang itu sama seperti orang-orang sebelumnya ternyata salah. Sejujurnya ia telah bertemu dengan seseorang yang selama ini ia ingin temui namun ia telah melakukan kesalahan dengan cara memanfaatkan takdir sebelumnya di takdir yang baru ia kembali mulai.
Hingga suatu saat ia merasa tak puas dan muak dengan takdir yang ia rasakan. Karena ia merasa tak seharusnya ia berpura-pura lagi dari awal hanya karena sudah bertemu seseorang yang selama ini ia ingin temui. Maka dari itu ia memutuskan untuk mereset ulang cerita takdir yang ia alami. Dengan cara memanfaatkan kebaikannya dengan kebencian yang selama ini ia rasakan kepada orang-orang yang hidup di masanya. Ketika hal itu terjadi kenyataannya, faktanya semua itu masih sama
"Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira"
Ketika ia meresetnya, semua takdir hal itu kembali normal seolah-olah semua hal yang telah ia lakukan selama ini musnah. Semua itu hampir sama seperti keberadaan ia yang tak pernah ada di kehidupan sebelumnya. Hingga saat ini ia masih berada di jalan cerita kehidupannya yang sama tetapi dengan level keberadaan yang berbeda.
Sejak saat itu ia mulai bisa mengendalikan hal yang ia ingin lakukan, dan tak ingin dilakukan. Bahkan ia mulai menyadarinya bahwa semua yang ia lakukan kepada mereka itu hanyalah sebuah dosa kebohongan semata. Karena sejak awal ia merasa muak dengan semua sikap yang mereka tunjukkan padanya. Karena sejak awal hingga saat ini ia sudah menyadari bahwa di dunia ini, siapapun itu, baik orang baik atau pun jahat "Mereka bukan orang baik seperti yang kau kira."
Meskipun ia percaya bahwa seseorang yang benar-benar orang baik itu afa. Maka seharusnya orang itu adalah seseorang yang selami ini sudah mengorbankan segalanya tuk berada di sampingmu hingga sekarang ini.
May 28, 2020.
_RAkizuki
Comments
Post a Comment