Masa Depan yang Hancur (CHAPTER 1)
粉々になった未来
Konagona ni natta mirai
(Masa depan yang hancur)
Genre: Supernatural, Romace, Time Travel, Fiction but Real Story
INTRO:
Salam kenal, aku Ryuu ini bukan nama asliku aku hanya suka nama ini dikarena memiki arti "Reason". aku ingin memberitahu terlebih dahulu bahwa di cerita ini memiliki kisah nyata yang ke fikti-fikti. Namun berdasarkan yang telah terjadi kisah ini menceritakan tentang seorang lelaki yang hidup kedua kalinya untuk mengubah sebuah takdir seorang perempuan yang ia cintai. Meski aku tahu bahwa "Jiwa yang telah meninggalkan dunia ini takkan pernah kembali lagi ke dunia ini". Namun sebuah keajaiban terjadi dan aku berhasil pergi ke masa lalu untuk kembali hidup di tahun 2015 untuk menemuinya dan mencintainya untuk yang kedua kalinya.
CHAPTER I
"INI BUKAN PERPISAHAN, KITA AKAN BERTEMU LAGI NANTI"
January 22, 2020. (Dunia yang dialami pertama)
Hari itu, aku telah kehilangan seseorang yang aku cintai selama 5 tahun ini. Saat itu aku sedang ada kelas kuliah di salah satu universitas di bandung. Saat itu aku mendapatkan kabar dari temannya bahwa Ren-chan (nama samaran) telah meninggal dunia. Dia meninggal karena sakit. Mendengar kabar itu aku merasa kaget dan bergegas untuk menemuinya bersama temannya yang mengabari aku. Ketika aku sampai di rumahnya sudah tidak ada siapapun kemudian aku bertanya kepada temannya untuk menanyakan lokasinya dan bergegas pergi. Namun aku terlambat papan kayu yang bertulis namanya sudah dipasang. Saat itu hanya ada ibunya dan neneknya serta dua temannya yang salah satunya mengabariku, tak ada satupun kata yang kuucapkan melainkan hanyalah tangisan penyesalan kenapa semua ini terjadi padanya. Saat itu ibunya memberikan sebuah buku yang berisi sebuah diary harapan masa depannya yang ia tuliskan seperti "Jika aku sembuh, Ryu-kun akan mengajakku pergi ke tempat wisata itu....", "Ketika kita menikah nanti aku akan mempunyai nama belakang yang sama seperti Ryu-kun" "Aku tidak boleh menceritakan kepadanya tentang penyakitku ini soalnya jika dia tahu, pasti Ryuu akan menghabiskan waktunya di rumah sakit untuk bersamaku" "Tapi sebelum itu terjadi aku hanya ingin mengatakan terimakasih kepada kamu telah membuat hidupku berarti, awalnya aku hanya perempuan pendiam yang serba takut untuk bergaul dengan orang lain, namun dengan bertemunya kamu 5 tahun yang lalu kau telah mengubah hidupku segalanya".
Bahkan ketika aku membaca itu aku masih merasa bahwa saat masa-masa itu masih terbayang-bayang di benakku hingga ini. Aku mulai merasa kehilangan alasan untuk apa menciptakan masa depan tanpa dia jika seorang sendiri? Aku masih tidak percaya bahwa akan terjadi perpisahan selamanya dengan dirinya. Bahkan aku masih belum sempat mengatakan perpisahan dengannya. Seandainya jika aku dapat kembali bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya aku ingin membuat dirinya tersenyum kembali. Aku tidak ingin membuat dia menangis dan kecewa. Aku ingin membuat dia bahagia sekali lagi.
6 Bulan Kemudian
Aku hidup dengan kondisi putus asa, makan tidak teratur, aku selalu tidak bisa tidur karena setiap aku tidur, aku selalu merasa bahwa dunia nyata ini mimpi hingga aku mulai kehilangan sifat sisi kemanusiaan aku tidak bisa tersenyum lagi, bahkan tertawa pun tidak bisa, aku jadi hidup tanpa emosional bahkan teman-temanku di kampus mulai bertanya kepadaku ada apa denganku? Aku pun tidak menjawabnya tetapi melainkan salah satu temanku perempuan yang bernama Lin bisa melihat dan menyebutkan bahwa "Jiwa aku saat ini sedang menjerit-jerit menangis" "Aaaaaaaaaa"
Hingga Agustus 22, 2020 (Dunia yang dialami pertama)
Aku mengalami sakit berat dimana tak ada satupun obat yang dapat membuat kondisi aku membaik. Akupun mulai merasa memikirkan "Ah mungkin sisa hidupku akan segera datang ajalku akan segera tiba" Sama seperti dia yang meninggal karena sakit aku selalu berharap akan terjadi sesegera mungkin. Saat itu aku tidak memikirkan hal-hal lain selain aku ingin segera mati. Namun saat itu aku melihat ada seseorang di atas atap rumah di kamarku dengan wajah yang bercahaya dan memakai pakaian serba putih. Bahkan aku tidak melihat sepercik warna lain selain warna putih "SHIRO" yang dimana mendatangi aku dengan tersenyum aku mulai kehilangan kesadaran. Awalnya aku menganggap semua itu adalah ilusi atau mimpi semata.
Namun seseorang itu berbicara "Aku akan memberikanmu kesempatan kedua untuk bertemu dengan seseorang yang kau cintai sekali lagi"
Saat itu kondisi tubuhku terbaring dan melihat ke atas merasa dibawa ke Langit langit yang berwarna putih, mulut aku terkunci dan tubuh aku tidak bisa bergerak dan aku hanya bisa mendengar tetapi tidak bisa melihat apa yang ia tunjukkan di sekelilingnya hanya ada ruang putih yang luas tanpa tembok apapun.
Seseorang itu kembali berbicara "Namun kau harus berjanji padaku kau tidak boleh memberitahu siapapun tentang masa depan yang telah terjadi di dunia ini anggap saja semua ini hanya mimpi burukmu dan seiring berjalannya waktu kau akan lupa dengan masa depan ini."
Aku hanya merasa takut dan menangis ingin segera terbangun dari mimpi ini hingga tiba-tiba seseorang itu bertanya
"Apakah kau masih ingat kapan pertama kali kalian saling bertemu?"
"Aku hanya bisa menggerakkan lima jariku karena mulutku belum bisa bicara karena takut"
Lalu ia menyebutkan "5 Tahun yang lalu, Hmm baiklah"
Namun salah saat itu aku hanya ingin mengatakan "Tunggu, Kamu siapa?"
Terjadilah sebuah cahaya kilat yang membuat kilatan itu mengembalikan diriku turun kebawah seperti dilembar ke bawah dari atas Langit langit. Aku terbangun karena kaget dan terkejut. Saat itu aku melihat disekeliling situasi kamar ini belum ada TV belum ada Laptop ataupun elektronik lainnya, hanya ada meja belajar jam dinding menunjukkan angka jam 5 AM dan kalender yang dimana kalender itu menunjukan angka 22 Agustus 2015. Sesaat aku bertanya-tanya apakah ini artinya aku kembali ke masa lalu? Atau semua ini hanyalah mimpi? Tiba-tiba kepalaku sakit dan melihat bayang-bayangan ingatan yang terjadi di masa depan seolah-olah aku telah mengalami semua masa depan itu yang akan terjadi 5 tahun mendatang. Namun sejenak aku mengeluarkan air mata, karena aku diberikan sebuah kesempatan kedua untuk kembali ke waktu saat-saat aku bertemu dengan dia pertama kalinya yang kedua kalinya lagi.
Bersambung.....
Comments
Post a Comment