"Kisah tentang lelaki yang bersyukur memiliki sebuah pekerjaan."

 Sebuah kisah tentang mimpi masa depan yang terjadi di dunia lain, seorang lelaki yang bersyukur memiliki pekerjaannya. Dia hanyalah seorang lelaki yang tak punya bakat. Ia sangat bahagia dan bersyukur pernah dikelilingi oleh orang-orang yang baik itu temannya, keluarganya dan istrinya. Namun perlahan-lahan baik itu keluarga dan istrinya mulai berpisah dengannya tuk selama-lamanya. Padahal saat itu merekalah yang selalu mendukungnya sejak hari itu. Sejenak lelaki itu selalu mengingat kembali tentang nasihat kedua orang tua dan istrinya semasa hidupnya yaitu "Jangan mengharapkan imbalan dari setiap pekerjaan yang kamu lakukan, lakukan semuanya dengan ikhlas."


Sebuah mimpi malam yang terasa panjang dan nyata, lelaki itu kembali memulai aktifitas sehari-hariannya dengan pergi ke sekolah di pagi hari dan pulang dia sore hari dengan semangat yang tak pernah padam. Setiap kali ada seorang murid pertemuan yang bertanya kepadanya, lelaki itu kembali mengingat kenangan semasa mudanya, ketika dia bertemu dengan istrinya yang sudah tiada. Lalu di kelas itu ada murid lelaki yang bertanya ketika ia tidak paham dan mempunyai semangat belajar yang sungguh-sungguh, lelaki itu kembali mengingat tentang dirinya semasa mudanya. Namun kini, lelaki itu mulai mencoba untuk memberikan segala pengetahuan yang telah ia dapatkan kepada para pelajar agar dapat manfaat suatu hari nanti. 


Lalu hingga tiba seseorang datang kepadanya, ketika lelaki itu bersiap-siap untuk pulang dari sebuah sekolah dan bertemu seseorang. Seseorang itu berpakaian putih seperti ustadz namun ia tidak dapat melihat dikarenakan membawa sebuah tongkat lalu bertanya kepada lelaki itu "Bagaimana dengan pekerjaanmu? Apakah kau senang?"

Lelaki itu hanya menjawab "Aku bersyukur dengan pekerjaan yang aku miliki saat ini, dikarenakan kondisi dunia seperti ini dan telah berubah tidak mudah untuk mendapatkan yang banyak imbalannya."


Lalu seseorang berpakaian putih itu kembali bertanya "Maukah kau mengajari anak-anakku yang kebetulan aku tidak dapat mengajarkan mereka dikarenakan kekurangan yang aku miliki yaitu aku tak dapat membacakan ilmu-ilmu dan pengetahuan yang kau miliki"

Lelaki itu kembali menjawab "Dengan senang hati, aku sangat berterimakasih."

Seseorang itu kembali bertanya dan mengajak untuk pergi

"Lalu apakah kau mempunyai waktu sekarang?"

Lelaki itu menjawabnya "Boleh, karena kebetulan setelah ini saya mau beranjak pulang dari sekolah." Dan seseorang itu mengajaknya pergi dari gerbang sekolah itu dan lelaki itu mengikuti arah perginya seseorang itu.


Namun disisi lain, tepat setelah lelaki itu bersiap-siap untuk pulang dari sekolah itu, ada seorang pedagang jalan kaki yang melihat di jalan raya itu dua pengendara kendaraan yang terburu-buru saling mengejar satu sama lain hingga menabrak seorang lelaki yang jalan kaki yang keluar dari sebuah sekolah. Hingga tak ada satupun yang menolongnya dan dua pengendara itu langsung kabur tanpa menolongnya sama sekali. 

.

.

.

.

"Kisah tentang lelaki yang bersyukur memiliki sebuah pekerjaan."

_Ry

*Di malam hari, aku pun kembali terbangun dari mimpi malam yang terasa panjang dan nyata ini, terkadang aku tahu bahwa ini hanyalah sebuah mimpi. Tapi aku yakin, mimpi seperti itu pernah terjadi di dunia nyata ini.

Comments