Jadilah orang beruntung
Ku kan beritahu salah satu kebenaran tentang takdir dunia ini bekerja ingat takdir ya bukan manusia yang ada di dunia ini...
Terkadang semua orang yang pernah gagal dalam hal tertentu selalu berkata "Mungkin bukan jodohnya, mungkin bukan rezekinya, mungkin belum lolos ujian seleksi atau bahkan mungkin belum waktunya"
Sekarang pertanyaannya, apakah pola pikir yang membuatmu berpikir "Mungkin" itu salah? Atau benar?
Tidak keduanya,,,,
Terkadang ada hal yang mereka semua lupakan, sebelum mereka bertemu atau menghadapi akhir dari hasil atau sebuah keputusan yang membuat mereka berpikir di akhir penyesalan atau kekecewaan sebagian dari mereka selalu berpikir "Mungkin belum...."
Tetapi padahal mereka tidak menyadari kesalahannya yang ada pada diri sendiri seperti yang harapan lain baik itu buruknya harapan mimpi itu sebelum mereka bertemu hasil akhir.
Terkadang sebagian dari mereka yang belum sadar selalu merasa paling baik, atau bahkan paling benar tetapi semuanya tidak benar dan salah juga.
Makanya ku kan beritahu satu hal tentang jalannya takdir dunia ini
Jalannya cerita takdir dunia ini ada 3 jenis
"Hidup sebagai orang yang beruntung"
"Hidup sebagai orang yang rugi"
"Hidup sebagai orang yang ......"
*Yang ketiga lupa 😅
Karena sesungguhnya
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَـنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ ..رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Sungguh telah beruntung orang yang memeluk Islam, dikaruniai rezeki yang cukup dan Allâh menjadikannya bersifat qanaah atas nikmat yang diberikan-Nya kepadanya. [HR. Muslim]
Dalam petunjuk di atas, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan keberuntungan bagi orang-orang yang menggenggam tiga karakter tersebut. Sebab, tiga sifat tersebut telah memadukan kebaikan agama dan dunia.
Kesimpulannya adalah jika di dalam diri kita ada niat baik, tujuan baik, keinginan yang baik, apalagi amanat dan tanggung jawab tertanam dalam diri jiwa ini. Maka inshallah semua hal yang kau lakukan akan terwujud dengan baik.
Begitupun juga sebaliknya jika ada sedikit saja tujuan lain atau keinginan jahat licik dan ingkar maka jangankan berhasil ketenangan yang ada dalam dirinya juga akan mulai terganggu selama dalam jiwa dirinya itu masih ada.
Jadi intinya, kenali jiwamu dan kendalikan kehidupanmu sebagaimana kau mengendalikan keinginan mimpimu. 😇
Terkadang semua orang yang pernah gagal dalam hal tertentu selalu berkata "Mungkin bukan jodohnya, mungkin bukan rezekinya, mungkin belum lolos ujian seleksi atau bahkan mungkin belum waktunya"
Sekarang pertanyaannya, apakah pola pikir yang membuatmu berpikir "Mungkin" itu salah? Atau benar?
Tidak keduanya,,,,
Terkadang ada hal yang mereka semua lupakan, sebelum mereka bertemu atau menghadapi akhir dari hasil atau sebuah keputusan yang membuat mereka berpikir di akhir penyesalan atau kekecewaan sebagian dari mereka selalu berpikir "Mungkin belum...."
Tetapi padahal mereka tidak menyadari kesalahannya yang ada pada diri sendiri seperti yang harapan lain baik itu buruknya harapan mimpi itu sebelum mereka bertemu hasil akhir.
Terkadang sebagian dari mereka yang belum sadar selalu merasa paling baik, atau bahkan paling benar tetapi semuanya tidak benar dan salah juga.
Makanya ku kan beritahu satu hal tentang jalannya takdir dunia ini
Jalannya cerita takdir dunia ini ada 3 jenis
"Hidup sebagai orang yang beruntung"
"Hidup sebagai orang yang rugi"
"Hidup sebagai orang yang ......"
*Yang ketiga lupa 😅
Karena sesungguhnya
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَـنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ ..رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Sungguh telah beruntung orang yang memeluk Islam, dikaruniai rezeki yang cukup dan Allâh menjadikannya bersifat qanaah atas nikmat yang diberikan-Nya kepadanya. [HR. Muslim]
Dalam petunjuk di atas, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan keberuntungan bagi orang-orang yang menggenggam tiga karakter tersebut. Sebab, tiga sifat tersebut telah memadukan kebaikan agama dan dunia.
Kesimpulannya adalah jika di dalam diri kita ada niat baik, tujuan baik, keinginan yang baik, apalagi amanat dan tanggung jawab tertanam dalam diri jiwa ini. Maka inshallah semua hal yang kau lakukan akan terwujud dengan baik.
Begitupun juga sebaliknya jika ada sedikit saja tujuan lain atau keinginan jahat licik dan ingkar maka jangankan berhasil ketenangan yang ada dalam dirinya juga akan mulai terganggu selama dalam jiwa dirinya itu masih ada.
Jadi intinya, kenali jiwamu dan kendalikan kehidupanmu sebagaimana kau mengendalikan keinginan mimpimu. 😇
Comments
Post a Comment