Ketulusan
Kamu juga tidak pernah bilang apa-apa.
Selalu bicara seolah-olah tidak ada yang salah.
Makanya kamu...
Kupikir memang itu yang kalian mau.
"takkan mengerti jika tidak mengatakannya, ya?"
Tapi meski sudah dikatakan terkadang kau tetap takkan mengerti.
Aku tahu itu tidak benar
Aku mungkin takkan mendengarkan orang lain begitu saja.
Aku pasti akan kembali ke dalam kebiasaan lamaku, sendirian tanpa siapapun.
Meski selalu berpikir bahwa mereka memiliki maksud yang lain atau alasan egois yang dibuat-buat.
Tapi kalau mereka benar-benar membicarakannya padamu.
Kalau kami benar-benar membicarakannya padamu, pasti.
Bukan itu maksudnya.
"Saling menjelaskan satu sama lain itu sudah cukup" itu hanya ucapan yang arogan.
Itu hanya keangkuhan diri bagi si pembicara, dan kepuasan diri bagi si pendengar.
Kau takkan selalu mengerti dengan hanya saling menjelaskan.
Jadi yang ku inginkan bukan hanya kata-kata.
Tapi kalau tidak dibicarakan kita takkan bisa mengerti.
Ya itu memang benar.
Berharap orang lain membaca pikiranmu itu sangat tidak rasional....
Tapi...
Tapi aku....
Aku...
Aku tidak menginginkan kata-kata.
Ada hal yang kuinginkan selama ini.
Yang pasti, itu bukan pengertian satu sama lain, atau persahabatan, atau saling mengasihi, atau hal yang semacamnya.
Aku tidak butuh dimengerti.
Aku ingin mengerti.
Mengerti dan menyadari lalu tetap merasa tenang, tetap menenangkan pikiran.
Ketidaktahuan membuatku sangat ketakutan yang membuatku ingin mengerti.
Tapi itu hanya kepuasan diri sendiri, keegoisan diri sendiri, permohonan diri sendiri, begitu menyedihkan dan menjijikkan sampai membuatku merasa muak hanya dengan memikirkannya!
Tapi bagaimana jika?
Jika kami semua merasakan hal yang sama?
Dan hubungan kami bisa merangkul, semua keegoisan kami masing-masing?
Aku tahu itu benar-benar mustahil!
Aku tahu kalau itu diluar jangkauanku!
Meski begitu!
Meski begitu aku....
Aku hanya ingin ketulusan!
_Ry_Hiiki
Selalu bicara seolah-olah tidak ada yang salah.
Makanya kamu...
Kupikir memang itu yang kalian mau.
"takkan mengerti jika tidak mengatakannya, ya?"
Tapi meski sudah dikatakan terkadang kau tetap takkan mengerti.
Aku tahu itu tidak benar
Aku mungkin takkan mendengarkan orang lain begitu saja.
Aku pasti akan kembali ke dalam kebiasaan lamaku, sendirian tanpa siapapun.
Meski selalu berpikir bahwa mereka memiliki maksud yang lain atau alasan egois yang dibuat-buat.
Tapi kalau mereka benar-benar membicarakannya padamu.
Kalau kami benar-benar membicarakannya padamu, pasti.
Bukan itu maksudnya.
"Saling menjelaskan satu sama lain itu sudah cukup" itu hanya ucapan yang arogan.
Itu hanya keangkuhan diri bagi si pembicara, dan kepuasan diri bagi si pendengar.
Kau takkan selalu mengerti dengan hanya saling menjelaskan.
Jadi yang ku inginkan bukan hanya kata-kata.
Tapi kalau tidak dibicarakan kita takkan bisa mengerti.
Ya itu memang benar.
Berharap orang lain membaca pikiranmu itu sangat tidak rasional....
Tapi...
Tapi aku....
Aku...
Aku tidak menginginkan kata-kata.
Ada hal yang kuinginkan selama ini.
Yang pasti, itu bukan pengertian satu sama lain, atau persahabatan, atau saling mengasihi, atau hal yang semacamnya.
Aku tidak butuh dimengerti.
Aku ingin mengerti.
Mengerti dan menyadari lalu tetap merasa tenang, tetap menenangkan pikiran.
Ketidaktahuan membuatku sangat ketakutan yang membuatku ingin mengerti.
Tapi itu hanya kepuasan diri sendiri, keegoisan diri sendiri, permohonan diri sendiri, begitu menyedihkan dan menjijikkan sampai membuatku merasa muak hanya dengan memikirkannya!
Tapi bagaimana jika?
Jika kami semua merasakan hal yang sama?
Dan hubungan kami bisa merangkul, semua keegoisan kami masing-masing?
Aku tahu itu benar-benar mustahil!
Aku tahu kalau itu diluar jangkauanku!
Meski begitu!
Meski begitu aku....
Aku hanya ingin ketulusan!
_Ry_Hiiki
Comments
Post a Comment