Selamat jalan takdirku (22-01-2020)
Selamat jalan, aku akan menyusulmu setelah aku membuktikan semua kebenaran dunia ini.
Sampai di takdir ini aku ingin menyalahkan segala takdir yang telah dibuat oleh Tuhan. Namun aku hanya merasa takdir kali ini memang tak adil buatku apalagi untuk dia. Aku yang selalu berharap kematian setiap saat tetapi kenapa kau memberikan kematian kepada seseorang yang ingin hidup? Begitu pula kau selalu memperlihatkan kepadaku kematiannya orang-orang? Kenapa kau selalu memberiku segala kebenaran? Kenapa kau tak memberikan ku kesempatan tuk bertemu dengannya? Meski kau sudah mempertemukan diriku dengannya 2 hari sebelum takdir itu. Rasanya tak adil dan curang melihat orang-orang hidup normal dengan impiannya, harapannya, masa depannya tanpa memikirkan hal yang mereka takutkan. Dan aku merasa kau tak pernah memberiku kesempatan untuk hidup normal. Meski akhirnya semua yang aku lihat, semua yang aku katakan, semua yang aku lakukan benar-benar menjadi kenyataan. Apakah mungkin aku harus berharap dan menjadi penyebab kehancuran segalanya? Memangnya salah jika dulu ku pernah berharap bahwa ku ingin menjalani hidup bersama dengan nya?
Sejujurnya aku merasa kasihan kepada mereka yang tak tahu apa-apa dan tak pernah melihat kebenaran dari dunia yang palsu ini.
Sampai di takdir ini aku ingin menyalahkan segala takdir yang telah dibuat oleh Tuhan. Namun aku hanya merasa takdir kali ini memang tak adil buatku apalagi untuk dia. Aku yang selalu berharap kematian setiap saat tetapi kenapa kau memberikan kematian kepada seseorang yang ingin hidup? Begitu pula kau selalu memperlihatkan kepadaku kematiannya orang-orang? Kenapa kau selalu memberiku segala kebenaran? Kenapa kau tak memberikan ku kesempatan tuk bertemu dengannya? Meski kau sudah mempertemukan diriku dengannya 2 hari sebelum takdir itu. Rasanya tak adil dan curang melihat orang-orang hidup normal dengan impiannya, harapannya, masa depannya tanpa memikirkan hal yang mereka takutkan. Dan aku merasa kau tak pernah memberiku kesempatan untuk hidup normal. Meski akhirnya semua yang aku lihat, semua yang aku katakan, semua yang aku lakukan benar-benar menjadi kenyataan. Apakah mungkin aku harus berharap dan menjadi penyebab kehancuran segalanya? Memangnya salah jika dulu ku pernah berharap bahwa ku ingin menjalani hidup bersama dengan nya?
Sejujurnya aku merasa kasihan kepada mereka yang tak tahu apa-apa dan tak pernah melihat kebenaran dari dunia yang palsu ini.
Comments
Post a Comment