Akankah kita bertemu? #Rewrite #Part1
"Konbawa"
"Konbawa mo"
"Ashita au?"
"Nani o shitaidesu ka?"
"Chantou ayamaru desu"
Besoknya di hari dimana semuanya bermula lagi seperti dulu sebelum hari perpisahan itu terjadi.
Disiang hari seperti biasa aku meminta untuk bertemunya ditempat biasa yaitu di tempat dimana pertamakali dia menerima perasaan ku dan pelukkan yang hangat saat itu.
Di tengah perjalanan kita belum mencoba untuk membuat sebuah percakapan apapun sampai sesaat
"Mau minum?"
"Enggak ah, tidak haus"
Kemudian aku mengambil dengan sebelah tangah yang sedang mengendarai kendaraan bermotor dan memberikan minuman kesukaannya dan dia menjawab
"Aku sudah jarang minum kopi ini lagi, karena takut penyakitku kambuh lagi dan aku lebih suka susu caramel ultra"
"Oh Iya aku tahu makanya aku beli yang satunya"
Beberapa menit kemudian, tibalah di sebuah tempat dimana pertamakali makan bersama yaitu di restoran cepat saji atau dikenal KFC itu berlokasi tepatnya di sebelah mall yang merupakan Mall berkesan di kehidupan sebelumnya.
Berbeda dengan masa lalu biasanya dia ikut mengantri dan ikut memesan sesuai keinginannya tetapi kali ini dia hanya dibelakang yang sedang duduk di kursi sendirian.
Kemudian tanpa bertanya aku langsung memesan makanan yang sama seperti hari terakhir bertemu dengannya yaitu 10.01.19. (After met yu)
Dia sempat bertanya
"Aku gak akan makan"
Kemudian aku menjawabnya
"Yah, padahal ini udah pesan seperti biasa, dan ada minuman kesukaannya"
"Yaudah aku minum minumannya aja makannya kamu habisin"
"Ya oke deh tenang aja kita habiskan soalnya kita kan 3 in 1" (Aku yang berbicara kepada dirinya dan diriku sendiri)
Suasana saat itu tidak terlalu banyak orang hanya saja ku lebih memilih tempat duduk didekat jendela atau di tempat biasanya kita saling berhadapan.
Kemudian dia bilang mau sekalian di ambilkan saus aku hanya bisa mengangguk iya.
Sebelum memakan makanan itu sempat aku bilang
"Sebelumnya minta maaf, mungkin ini akan menjadi yang terakhir buatku"
Dia menjawabnya "Minta maaf untuk apa?"
Aku menjawabnya "Untuk kesalahan dan segalanya termasuk kebodohan ku"
Dia menjawabnya "Yasudah lupakan lagian sudah kubilang kau harus move on, masih aja sendirian"
Sebelum melanjutkan percakapan itu aku hanya bisa memberinya sebuah benda.
"Ini mungkin tak seberapa bagusnya tapi semuanya ada disini di memory ini semuanya dimulai dan akhir dari semua itu"
Dalam memory itu terdapat beberapa foto video dan doc dan ada juga sebuah tulisan yang semua isinya tentang dia.
Tetapi....
Dia menolaknya
"Ga mau sudah keseringan dikasih memory dan ke format terus"
"Oke ya sudah sekali lagi Gomen and Arigatou"
"Terimakasih untuk apa?"
"Untuk segalanya"
"Oke sama-sama"
Tiba-tiba dia berbicara
Jitsu wa....
Sebenarnya aku sudah tidak pacaran sama cowok itu lagi.
Kemudian aku bertanya "Kenapa?"
"Tidak apa-apa, sudah bukan jodohnya kali"
"Oh berarti sekarang sendirian lagi?"
"Enggak, sekarang ada teman yang sudah dekat jadi sahabat meskipun lebih muda tapi baik aja orangnya"
"Oh, orang yang Weathering With You?"
"Hmm, Iya ga perlu disebut juga pasti tahu kan"
Sejenak saat itu perasaanku bercampur aduk entah senang entah sedih entah merasa tersakiti tertolak ataupun bahagia.
Hanya saja sebelum melanjutkan percakapan itu aku kembali bertanya....
"Ini mah misalnya saja ya, jika kau ditakdirkan untukku apakah kau mau menerima nya? Meskipun sekarang kau menolakku karena alasan pribadi, tetapi apakah kau akan menolak takdir itu?"
"Maaf bukannya nolak aku ga suka jika ditanya dnegan pertanyaan jika atau mungkin"
"Konbawa mo"
"Ashita au?"
"Nani o shitaidesu ka?"
"Chantou ayamaru desu"
Besoknya di hari dimana semuanya bermula lagi seperti dulu sebelum hari perpisahan itu terjadi.
Disiang hari seperti biasa aku meminta untuk bertemunya ditempat biasa yaitu di tempat dimana pertamakali dia menerima perasaan ku dan pelukkan yang hangat saat itu.
Di tengah perjalanan kita belum mencoba untuk membuat sebuah percakapan apapun sampai sesaat
"Mau minum?"
"Enggak ah, tidak haus"
Kemudian aku mengambil dengan sebelah tangah yang sedang mengendarai kendaraan bermotor dan memberikan minuman kesukaannya dan dia menjawab
"Aku sudah jarang minum kopi ini lagi, karena takut penyakitku kambuh lagi dan aku lebih suka susu caramel ultra"
"Oh Iya aku tahu makanya aku beli yang satunya"
Beberapa menit kemudian, tibalah di sebuah tempat dimana pertamakali makan bersama yaitu di restoran cepat saji atau dikenal KFC itu berlokasi tepatnya di sebelah mall yang merupakan Mall berkesan di kehidupan sebelumnya.
Berbeda dengan masa lalu biasanya dia ikut mengantri dan ikut memesan sesuai keinginannya tetapi kali ini dia hanya dibelakang yang sedang duduk di kursi sendirian.
Kemudian tanpa bertanya aku langsung memesan makanan yang sama seperti hari terakhir bertemu dengannya yaitu 10.01.19. (After met yu)
Dia sempat bertanya
"Aku gak akan makan"
Kemudian aku menjawabnya
"Yah, padahal ini udah pesan seperti biasa, dan ada minuman kesukaannya"
"Yaudah aku minum minumannya aja makannya kamu habisin"
"Ya oke deh tenang aja kita habiskan soalnya kita kan 3 in 1" (Aku yang berbicara kepada dirinya dan diriku sendiri)
Suasana saat itu tidak terlalu banyak orang hanya saja ku lebih memilih tempat duduk didekat jendela atau di tempat biasanya kita saling berhadapan.
Kemudian dia bilang mau sekalian di ambilkan saus aku hanya bisa mengangguk iya.
Sebelum memakan makanan itu sempat aku bilang
"Sebelumnya minta maaf, mungkin ini akan menjadi yang terakhir buatku"
Dia menjawabnya "Minta maaf untuk apa?"
Aku menjawabnya "Untuk kesalahan dan segalanya termasuk kebodohan ku"
Dia menjawabnya "Yasudah lupakan lagian sudah kubilang kau harus move on, masih aja sendirian"
Sebelum melanjutkan percakapan itu aku hanya bisa memberinya sebuah benda.
"Ini mungkin tak seberapa bagusnya tapi semuanya ada disini di memory ini semuanya dimulai dan akhir dari semua itu"
Dalam memory itu terdapat beberapa foto video dan doc dan ada juga sebuah tulisan yang semua isinya tentang dia.
Tetapi....
Dia menolaknya
"Ga mau sudah keseringan dikasih memory dan ke format terus"
"Oke ya sudah sekali lagi Gomen and Arigatou"
"Terimakasih untuk apa?"
"Untuk segalanya"
"Oke sama-sama"
Tiba-tiba dia berbicara
Jitsu wa....
Sebenarnya aku sudah tidak pacaran sama cowok itu lagi.
Kemudian aku bertanya "Kenapa?"
"Tidak apa-apa, sudah bukan jodohnya kali"
"Oh berarti sekarang sendirian lagi?"
"Enggak, sekarang ada teman yang sudah dekat jadi sahabat meskipun lebih muda tapi baik aja orangnya"
"Oh, orang yang Weathering With You?"
"Hmm, Iya ga perlu disebut juga pasti tahu kan"
Sejenak saat itu perasaanku bercampur aduk entah senang entah sedih entah merasa tersakiti tertolak ataupun bahagia.
Hanya saja sebelum melanjutkan percakapan itu aku kembali bertanya....
"Ini mah misalnya saja ya, jika kau ditakdirkan untukku apakah kau mau menerima nya? Meskipun sekarang kau menolakku karena alasan pribadi, tetapi apakah kau akan menolak takdir itu?"
"Maaf bukannya nolak aku ga suka jika ditanya dnegan pertanyaan jika atau mungkin"
Comments
Post a Comment