Apakah ini kehidupan normal?
Apakah ini kehidupan normal?
Tanpa berharap.
Tanpa mengubah apapun.
Tanpa mencurangi takdir.
Dan tanpa mengunakan diskon voucher. π€£
Tepatnya harusnya kemarin sih, aku menjalani takdir ini hanya karena sebuah voucher + diskon dan ingin mengajak dan bersama seseorang saja untuk yang terakhir kalinya sejak 28 lalu dan 28 esok.
Namun tetapi hanya bertujuan untuk itu saja aku merasa cukup untuk menutupi segala harapan itu.
Tetapi awalnya aku sudah berusaha tuk menghindari segala perubahan baik jadwal ataupun keefektifan itu agar tidak mencurangi takdir atau istilah kerennya Rewrite yaitu menulis ulang takdir manusia.
Tetapi yang kutahu dari kedua takdir ini, aku malah lebih menginginkan tuk hidup sendirian seperti sebelumnya bukan seperti hari ini atau sebelumnya dengan seseorang melainkan sendirian seperti biasa seperti dari awal ku bersama kekuatan ini.
Namun ketika bertanya-tanya apakah inikah kehidupan normal yang orang-orang maksud?
Berpura-pura sok menjadi seseorang, beranggapan bahwa menjadi dewasa itu enak, dan berada di suatu tempat dengan seseorang atau teman.
Aku rasa setelah aku simpulkan, aku ingin jadi diri sendiri bahkan sering sekali seseorang mengatakan kepadaku tuk bersikap jadilah menjadi dirimu sendiri be your self η΄ η΄γ«γͺγ.
Kenapa?
Karena jawabannya simple, aku tidak ingin dimanfaatkan atau diatur oleh manusia karena aku yang akan mengatur segalanya termasuk takdirnya dan kehidupan ku sendiri.
Karena sesungguhnya di kehidupan ku sebelumnya aku hampir membuat sebuah dunia kebahagiaan yang tak terbatas seperti surga dimana tidak ada kesedihan sedikit pun meskipun itu hanya di dunia mimpiku yang bagiku nyata ketika ku bawa dunia itu ke dunia ini.
Tanpa berharap.
Tanpa mengubah apapun.
Tanpa mencurangi takdir.
Dan tanpa mengunakan diskon voucher. π€£
Tepatnya harusnya kemarin sih, aku menjalani takdir ini hanya karena sebuah voucher + diskon dan ingin mengajak dan bersama seseorang saja untuk yang terakhir kalinya sejak 28 lalu dan 28 esok.
Namun tetapi hanya bertujuan untuk itu saja aku merasa cukup untuk menutupi segala harapan itu.
Tetapi awalnya aku sudah berusaha tuk menghindari segala perubahan baik jadwal ataupun keefektifan itu agar tidak mencurangi takdir atau istilah kerennya Rewrite yaitu menulis ulang takdir manusia.
Tetapi yang kutahu dari kedua takdir ini, aku malah lebih menginginkan tuk hidup sendirian seperti sebelumnya bukan seperti hari ini atau sebelumnya dengan seseorang melainkan sendirian seperti biasa seperti dari awal ku bersama kekuatan ini.
Namun ketika bertanya-tanya apakah inikah kehidupan normal yang orang-orang maksud?
Berpura-pura sok menjadi seseorang, beranggapan bahwa menjadi dewasa itu enak, dan berada di suatu tempat dengan seseorang atau teman.
Aku rasa setelah aku simpulkan, aku ingin jadi diri sendiri bahkan sering sekali seseorang mengatakan kepadaku tuk bersikap jadilah menjadi dirimu sendiri be your self η΄ η΄γ«γͺγ.
Kenapa?
Karena jawabannya simple, aku tidak ingin dimanfaatkan atau diatur oleh manusia karena aku yang akan mengatur segalanya termasuk takdirnya dan kehidupan ku sendiri.
Karena sesungguhnya di kehidupan ku sebelumnya aku hampir membuat sebuah dunia kebahagiaan yang tak terbatas seperti surga dimana tidak ada kesedihan sedikit pun meskipun itu hanya di dunia mimpiku yang bagiku nyata ketika ku bawa dunia itu ke dunia ini.
Comments
Post a Comment